Ketahui 6 tanda PMS kamu gak normal
Gejala PMS setidaknya dialami setidaknya hampir 85-90 persen perempuan. Gejala seperti mood swing atau rasa gak nyaman lainnya, walaupun terlihat "normal" tapi bisa jadi tanda PMS gak normal yang terkadang gak disadari oleh perempuan itu sendiri. Ada beberapa perempuan yang bahkan gak tahu kalau dia terjangkit penyakit kelainan ginekologi seperti endometriosis, PCOS, bahkan PMDD.
Bila gejala PMS kita sampai menggangu aktivitas sehari-hari, jangan dibiarkan. Segera konsultasi ke dokter kalau kamu merasakan gejala berikut ini:
KELUAR BERCAK DARAH SEBELUM SIKLUS MENSTRUASI (HAID)
Biasanya bercak darah yang keluar sebelum dan sesudah menstruasi (haid), adalah gejala normal. Tapi bila disertai gejala seperti di bawah ini berarti PMS kita termasuk gak normal:
· Bercak darah terus keluar selama semingguan lebih
· Punya aroma yang kuat dan menyengat
· Bercak darah disertai nyeri atau kram perut
· Terasa gatal dan ada burning sensation.
· Bercak darah keluar setelah atau selama melakukan hubungan seksual, disertai rasa nyeri.
JERAWAT DAN TUMBUH RAMBU/BULU TUBUH ABNORMAL
Ketidakseimbangan hormon bisa dikaitkan dengan PCOS (polycystic ovarian syndrome) yang bisa mengarah pada mood swings dan gejala PMS lainnya. Tapi gak kayak PMS normal, tanda PMS dengan PCOS adalah tumbuhnya rambut/bulu di wajah dan tubuh, serta kerontokan parah dan jerawat.
PERIODE SIKLUS HAID TERUS MENERUS PENDEK
Normalnya, haid dalam satu siklus terjadi tiap 21/22 – 35 hari tiap bulannya. Dengan lama haid sekitar 3 – 7 hari. Tapi kalau kamu menyadari waktunya semakin berkurang dari jangka waktu tersebut, bisa jadi ini adalah tanda- tanda perimenopause atau transisi menuju menopause. Bila kamu berusia di bawah 40 tahun, gejala ini bisa berarti ada disfungsi rahim yang menyebabkan kita mengalami menopause dini.
MASALAH EMOSIONAL SAMPAI MENGGANGGU KEHIDUPAN SEHARI-HARI
PMS bisa membuat mood kita berantakan, tapi jika sampai mengganggu aktivitas kita sehari-hari, bisa jadi gejala PMDD. PMDD berkaitan dengan kesehatan mental bahkan bisa nyebabin depresi hingga suicidal thoughts. Perempuan yang mengalami gejala ini bisa berbeda-beda kambuhnya, tapi biasanya kambuh sebelum haid kita datang. Jadi kalau kamu merasa mood swing PMS bikin kamu susah tidur, lemas, gak semangat buat bangun dari tempat tidur, hingga kesulitan makan atau menjalani aktivitas sehari-hari, ini bisa jadi tanda depresi.
KRAM HAID YANG (BENAR-BENAR) PARAH
Kram haid sih sudah pasti bakal kita rasakan sebelum menstruasi, bedanya, ketika kita melakukan aktivitas dasar seperti berjalan sudah bikin pusing, mual, dan kejang pada kaki, ini bisa jadi pertanda endometriosis. Jangan sampai salah ya, karena kondisi ini tuh sering banget kelewatan berhubung kita udah ekspektasi bakal sakit, sehingga gak bisa ngebedain mana yang normal dan gak normal. Karena itu penting buat mendeteksi dini supaya terhindar dari kemandulan, kista, atau penyakit kronis lainnya.
GEJALA DI LUAR MASA PMS
Catat. Menurut Ob/Gyn Sherry Ross, MD, kalau kita merasakan gejala PMS setelah menstruasi (haid) atau dua minggu sebelum menstruasi (haid) datang, hal ini bisa jadi gak berkaitan sama sekali dengan menstruasi (haid). Contohnya, bila kita ngerasa perut kembung, mungkin bukan karena PMS tapi ada kenaikan asam lambung atau diare akibat diet yang gak sehat. Atau, ketika kita ngerasa ingin makan banyak padahal gak lapar, hal itu mungkin karena stres.
Walaupun rasa gak nyaman yang terjadi ketika mau menstruasi (haid) atau selama jangka waktu tersebut adalah normal, tapi penting buat gak meminimalisir ataupun menormalisasi tiap gejala yang muncul ketika menstruasi (haid). Sekecil apapun gejalanya.